Benai, Riau99.net — Suhu politik di Kabupaten Kuansing mulai menghangat. Alat Peraga Kampanye (APK) calon legislatif (Caleg) DPRD Kuansing, Adli Marmis, ST dari Partai PKS diduga dirusak telah dirusak orang yang tidak bertanggung jawab.
APK dirusak diperkirakan terjadi beberapa hari terakhir. Atribut yang dirusak tersebut adalah Baleho dari Adli Marmis, ST nomor urut 4 dari partai PKS dapil 2 yang merupakan caleg andalan masyarakat Kenegerian Simandolak.
Lokasi perusakan APK tersebut terletak di Dusun Bunga Kandis Desa Pulau Ingu Kecamatan Benai terlihat telah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dimana dibagian bawa baleho Adli Marmis telah dikoyak, sehingga tulisan nama tidak tidak ada lagi.
“Menurut informasi dari masyarakat setempat, padahal hari Kamis tengah malam kondisinya masih bagus. Kemungkinan hari Sabtu dinihari itu dirusak,” ujarnya ketika dikonfirmasi.
Disebutkan APK yang dipasang dirusak bagian gambar bawah photo yang bertuliskan nama dikoyak, sementara bagian lainnya masih dalam keadaan bagus. “Dalam pemasangannya saya yakin sudah diikat dan dipasang dengan kokoh, jadi kalau ada angin tidak sampai seperti itu,” tegas masyarakat pendukung dari Adli Marmis di Pulau Ingu.
Dengan kondisi tersebut, dia pun menyimpulkan keadaan politik sudah tidak bagus. Harusnya dalam berpolitik sekarang mengedepankan etika dan perilaku yang santun. Tambahnya.
Pendukung Adli Marmis marah besar, atas perusakan tesebut, namun dengan sigap Adli Marmis menghubungi para pendukungnya untuk tetap bersabar dan tidak perlu mencari siap perusaknya.
Kepada Riau99.net, Adli Marmis mengatakan biarkan saja, yang rusak kita pasang lagi, kita sedang diuji, bearti kita dianggap lawan berat oleh mereka. Jadi tidak perlu kita lawan. Ungkap Adli Marmis dengan senyuman khasnya.
Memang nama Adli Marmis beberapa minggu terakhir terus mencuat kepermukaan, bahwa Adli Marmis merupakan calon yang berpotensi meraup suara terbanyak di partai PKS Dapil 2 yang terdiri dari Kecamatan Benai, Pangean dan LTD.
Editor : maadil
Pimpinan Redaksi





