KUANSING, Riau99.net — Pendukung Syamsuar – Edy pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 silam angkat bicara terkait adanya polemik pemotongan anggara dana CRS Bank Riau Kepri Syariah antara Tima Safari Gubri dan Wagubri.
Kemudian beredar rekaman Wagubri, Edi Natar Nasution marah dan kecewa kepada pihak BRK Syariah, beliau mempertanyakan kenapa dana safari tim wagubri dipotong menjadi 25 juta rupiah. Dalam rekaman itu jelas pemotongan dana diperintahkan oleh pimpinan.
Menanggapi hal ini, pendukung setia Syamsuar – Edy, Maadil meminta kepada Bapak Gubernur Riau, Syamsuar tidak anggap remeh. Pada pilgub kemaren kalau Syamsuar tidak mengambil pasangan dengan pak Edy, Maadil yakin Syamsuar tidak akan jadi gubernur.
Saya tau bagaimana cara pak Edy mencari suara, gak henti siang dan malam, apalagi pak Edy itu serba bisa. Dia bisa jadi khatib, jadi imam, masyarakat lansung yakin bahwa pak Edy ini orang baik. Terang Maadil yang juga pimpinan media online Riau99.net ini.
Disamping itu, pak Edy selalu berbicara mengapa dia mau meninggalkan jabatan Danrem 032 WIRA BIMA, karena beliau ingin mengabdi untuk tanah kelahirannya Provinsi Riau. Kemudian dia sudah ikhlas meninggalkan jabatannya ini, bahwan sebelum pensiun beliau masih bisa menambah satu bintang lagi dipundaknya.
Jadi saya harapkan, kepada Bapak Gubernur untuk menghubungi Pak Edy dan saling komunikasi seperti biasa, yaitu panggilan abang dan adek yang akrab kami dengar dulunya. Bahkan kalau tidak dengan pak Syamsuar pak Edy ini tidak akan meninggalkan jabatan Danrem yang diembannya saat itu.
Saya jamin pak Edy ini orang yang sangat jujur, sudah teruji, tidak perlu kami sampaikan secara detail bagaimana sikap dan sepak terjangnya selama menjadi wakil gubernur Riau.
Jadi sekali lagi, kepada Bapak Syamsuar selaku Gubernur Riau yang kami banggakan, mari pak kita kembali intropeksi diri. Jika salah ya tentu kita minta maaf, jadi persoalan kler hati sudah kembali tenang dan nyaman.
Terakhir Maadil berharap, hubungan pak Gubri dan Wagubri hendaknya selalu harmonis sampai jabatan berakhir nanti dan bisa menjadi contoh oleh Bupati dan Wakil Bupati di Provinsi Riau ini.





