Telukkuantan, riau99.net — Perangkat Desa, Badang Permusyawaratan Desa (BPD) di Kuansing meratapi nasibnya, dimana sudah 7 bulan gajinya tidak dibayarkan oleh Pemda Kuansing.
Sudah tidak masul akal, sampai 7 bulan perangkat desa tidak menerima gaji. Ungkap salah seorang kades yang tidak mau dituliskan namanya pada pemberitaan ini.
Kita menyadari memang semua daerah melakukan efisiensi anggaran, tapi yang namanya untuk membayar honor perangkat desa, BPD, guru MDA pastilah dana APBD cukup, tergantung dengan sikap konsistennya pimpinan daerah ini akan nasib rakyatnya sendiri. Ungkapnya dia lagi.
Dikatakannya lebih lanjut, perangkat desa saya mau makan apa, sudah 7 bulan lamanya menunggu ketidak pastian gaji ini, biarlah perangkat saya tidak masuk kantor, silakan mencari pekerjaan lain karena disini sudah tidak memungkinkan lagi. Tambanya lagi.
Beberapa status whatsApp dari beberapa orang Kepala Desa, seperti Kepala Desa Petai Baru dengan tegas telah mengumumkan kepada perangkatnya desanya tidak mewajibkan lagi untuk masuk kantor, silakan cari kerja sampingan, jika ada masyarakat ada keperluan dipersilahkannya untuk menghubungi perangkat desa setempat, baik dijumpai maupun lewat telp.
Redaksi riau99.net, mendapatkan sedikit informasi bahwa akan banyak Desa mengikuti langkah kades Petai Baru, dengan tidak mewajibkan perangkat desanya untuk berkantor karena pemerintah telah dinilai lalai membayarkan haknya.
Salah seorang Kades di Kecamatan mengatakan siap menutup kantor, tidak tega lagi menyuruh perangkatnya untuk masuk kantor setiap hari. Kami menyadari banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, gajian tidak ada tentu akan sangat membuat mereka tidak semangat lagi menjalankan tugas, namun karena takut sama pimpinan masuk juga ke kantor setiap hari. Tutupnya.
Redaksi riau99.net





