Ketua “Bela Gibran” Kabupaten Kuansing Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Bela Gibran

Riau, riau99.net — Ketua Bela Gibran Kabupaten Kuantan Singingi, Maadil meminta Presiden Prabowo turun tangan dalam membela wakilnya Gibran Rakabuming Raka atas serangan dan tuduhan tidak punya ijaza SMA yang tidak berdasar yang dilalukan oleh gerombolan manusia yang tidak mendapatkan kekuasaan.

Dikatakan Maadil, seperti yang dilakukan Khozinuddin dan kawan-kawan mengajukan pemakzulan Gibran. Menurutnya, Putusan MK No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tidak bisa dijadikan dasar untuk mengajukan  pemakzulan ke DPR.

Malu kita dimata dunia tidak mengakui pendidikan di luar negeri, negara maju seperti Singapur, sudah dijelas disana untuk setingkat SMA tidak punya ijazah yang ada hanya sertifikat, keikutpersertaan, cakap namun MK dalam putusannya tidak memandang atau mencari tingkatan kejenjang selajunya lansung saja menyatakan dalam putusanya tidak menemukan ijazah setara SMA. Ungkap Maadil yang biasa disapa Aidil yang merupakan pemilik media online riau99.net ini.

Masih dijelaskan Maadil, logikanya saja jika Gibran tidak tidak punya kelulusan setara SMA mana mungkin Gibran bisa S.1 di Australia, kesimpulannya bahwa Negara Australi mengakui kelulusan atau sertifikat serta kecakapan Gibran yang telah menyelesaikan pendidikan setara SMA di Singapur. Kok negara Indonesia begini mengakui sistem pendidikan di luar negeri tanya Maadil saat duduk di leng cafe Pekanbaru.

Seharusnya kita bisa menghargai perbedaab sistem Pendidikan di luar Negeri seperti Singapur, Australia. Apa kata dunia kepada Indonesia yang sibuk siang dan malam soal ijazah pemimpin negara.

Terakhir, Maadil meminta Bapak Presiden Probowo turun tangan bela Gibran, karena sudah 5 kali Bapak meminta Gibran untuk menjadi wakil Bapak, sekarang Gibran dipermasalah, maka seharusnya Presiden Prabowo untuk membela Gibran.

Diketahui, berulang kali Presiden Prabowo meminta kepada pak Jokowi meminang Gibran untuk menjadi wakilnya, namun berkali-kali pak Jokowi mengatakan menolak, namun akhirnya pak Jokowo menyetujui permintaan tersebut.

Tidak sedikit warga negara Indonesia yang sekolah di Singapur, juga tidak punya Ijazah SMA sama dengan Gibran, namun bisa melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi (S.1), Jadi apa salah Gibran? Tanya Maadil.

Kita melihat orang-orang yang selalu mempersalahkan keluarga pak Jokowi hanya orang-orang itu saja, mereka hatinya penuh kebencian maka kebenaran tidak dipandang lagi. Namun suatu saat Allah pasti akan membalas perbuatan yang telah melukai hati keluarga pak Jokowi dan pendukung pak Jokowi seluruh Indonesia. Tutupnya.

Penulis : Prima Syahputra.S.Kom

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *