Benai, riau99.net — Sekarang sudah bulan Nopember, 1 bulan lagi tahun ini akan berakhir, sedangkan tunda bayar siltap perangkat desa tahun 2024 masih ada 3 bulan yaitu bulan (Oktober, Nopember dan Desember). Ungkap Wiwin salah seorang perangkat desa asal Tebing Tinggi Simandolak.
Dikatakan Wiwin, kalau seperti ini terus menerus, kami selalu mengharapkan honor dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan tapi tidak kunjung cair. Gimana kami (perangkat desa) mau menghidupi keluarga, sedangkan kebutuhan banyak. Tanya Wiwin.
Tidak berpikir panjang lagi, Wiwin yang merupakan kepala dusun di Desa Tebinggi Tinggi Simandolak Kecamatan Benai ini melihat pisang batu di belakang rumahnya hampir matang, Wiwin bergegas untuk menebang pohon pisang itu, lalu dibungkus dengan asoi warna putih, lalu menjualnya ke kedai-kedai dan masyarakat dengan harga sepuluh ribu sasikek (satu ikat pisang).
Dari pada mengharapkan honor perangkat desa yang tidak kunjung cair lebih baik saya berjualan pisang batu saja, walaupun dapat uang sedikit tapi uang nya lansung diterima dan bisa belanja kebutuhan. Ungkap Wiwin yang yang biasa disapa Wiwin Sarona.
Wiwin Sarona dikenal punya hubungan kekerabatan dengan Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, walaupun ada hubungan kekerabatan, Wiwin Sarona tidak perna mengandalkan Bupati untuk berbagai hal apalagi menyangkut urusan pribadi.
Seingat Wiwin keperluannya sama Bupati hanya 2 urusan saja, pertama meminta bantuan rumah layak huni untuk masyarakat Tebing Tinggi, kemudian yang kedua meminta honor perangkat segerah dibayarkan. Tambah Wiwin Sarona dengan nada sedih.
Diketahui siltap perangkat desa tahun 2025 masih tertunggak sebanyak 4 bulan (Agustus-Nopember) sampai saat ini belum ada kejelasan.
Salah seorang kepala desa di Kuansing, inisial FK, (45) th mengatakan hanya di Kuansing sampai siltap 4 bulan belum dibayarkan, kita sudah bertanya pada Kabupaten lain yang ada di Riau. Ungkapnya.
Editor : maadil





